Jakarta - Degradasi kerap jadi vonis mematikan bagi klub sepak bola. Turun kasta membuat mereka kehilangan pamor, pendapatan, dan berpotensi tidak kembali ke panggung utama.
Contohnya sudah banyak dan tidak pandang bulu. Salah satunya adalah Leeds United.
Menjadi tim papan atas Liga Inggris di awal abad ke-21, The Whites tergusur dari level tertinggi akibat keburukan manajemen pada 2003/2004. Mereka bahkan sempat turun ke Divisi III.
Setelah berjuang lama, Leeds United baru kembali ke tingkat tertinggi musim ini berkat polesan Marcelo Bielsa.
Namun, tidak semua klub mengalami keterpurukan usai terdegradasi. Aston Villa sempat memberikan kisah sukses beberapa dekade lalu.
Seperti disebut sebelumnya, ada beberapa nama yang mengalahkan Aston Villa dalam hal kecepatan.
KV Mechelen memenangkan Piala Winners 1988 usai tergusur dari kasta tertinggi Liga Belgia 1982. Sevilla turun ke Segunda Division pada 2000 tapi menjuara Piala UEFA 2006.
Tottenham Hotspur merebut Piala UEFA 1984 setelah terdegradasi tahun 1977. Sedangkan Manchester City menguasai Piala Winners 1970 usai turun level pada 1963.
Juara Liga Europa 2020/2021 Villarreal juga tergolong cepat. Mereka terdegradasi dari La Liga pada 2012 sebelum mengangkat trofi dengan menaklukkan Manchester United di final.
Untuk gelar lebih bergengsi, AC Milan membawa pulang Piala Champions 1989 atau tujuh tahun selepas terdepak dari Serie A. Sementara Nottingham Forest melakukannya pada 1979 setelah turun kasta di 1972.







0 komentar:
Posting Komentar